Home BANTEN Makam Kapitan Cina Terakhir di Tangerang Yang Terbengkalai

Makam Kapitan Cina Terakhir di Tangerang Yang Terbengkalai

0
5
penghormatan kepada leluhur

Tangerang baru-baru ini diingatkan kembali oleh sosok Kapitan Oey Kiat Tjin. Siapa Oey Kiat Tjin?

Oey Kiat Tjin adalah anak tertua Oey Dji San, dan pewaris tanah partikelir Karawaci, Cilongok Pasar Kemis, Grendeng, dan Gandu. Disebutkan Oey Kiat Tjin diangkat sebagai kapitein der Chinezen van Tangerang tahun 1928, menggantikan Oey Dji San — ayahnya yang menjabat sebagai kapitein der Chinezen Tangerang sejak 1907 sampai kematiannya tahun 1925. Namun masa bakti Oey Kiat Tjin sebagai kapten Tionghoa terlalu pendek. Dalam bongpay, atau batu nisan, tertulis Oey Kiat Tjin meninggal tahun 1936. Oey Kiat Tjin dimakamkan di tanah partikelirnya, yang kini menjadi Jl Cinda No 22 RT 001/RW 003, Nusa Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Ia memiliki tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan, tapi tidak satu pun yang bersedia mengurus makamnya. Dalam sejarah peranakan cina benteng Kapitan Oey Kiat Tjin sangat dihormati selain ia seorang saudagar kaya (Tuan Tanah) juga ia diangkat oleh pemerintahan Belanda sebagai Kapitan yang dipercaya mengurus dalam hal administrasi warga Tionghoa dijamannya. Seperti yang diceritakan oleh seorang penggiat budaya (konten kreator) “Berawal saya tau ini dari kegiatan napak tilas cide kode benteng, dan saya juga baru tau kalau ada makam kapitan terakhir bernama Oey Kiat Tjin, jadi selama ini yang aku tau kapitan yang ada di Tangerang ini Oey Dji San ayah dari Oey Kiat Tjin,”katanya.

Dengan kegiatannya sebagai konten kreator Elsa (25) berharap bisa menjadi triger bagi warga pemerintah dan generasi muda Kota Tangerang dapat melestarikan dan menjaga cagar budaya tersebut. Viralnya kegiatan napak tilas cide kode yang diangkat Elsa sebagai konten kreator membuat pihak Pemerintah Kota Tangerang (Kelurahan Nusa Jaya) menyambut baik dan mendukung kegiatan dalam upaya pelestarian cagar budaya makam Kapitan Oey Kiat Tjin. “Ya kami dari pemerintah Kota Tangerang mendukung dengan kegiatan ini, dengan mengerahkan warga untuk bersama membersihkan lokasi makam juga kedepannya Pemerintah Kota Tangerang akan memeperjuangkan legalitas atas tanah tersebut dengan meminta izin kepada pihak keluarga,”tutur Alby Lurah Nusa Jaya saat ditemui dilokasi.

Alby pun berharap agar warga sekitar dapat menjaga keutuhan cagar budaya tersebut dengan tidak mencoret makam (vandalisme), membuang sampah ke lokasi makam. Tampak terlihat warga sedang melakukan kerja bakti bersama di makam. Sabtu (15/4/2023). PotretBanten.com/Leoni.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here